Mahasiswa Berpotensi Ciptakan Inovasi di Sektor Pertanian

Chief Legal Officer Yayasan Inobu Bernadinus Steni mengatakan para mahasiswa Indonesia berpotensi melahirkan inovasi di bidang pertanian. Para mahasiswa, menurut Bernadinus, dapat mengembangkan produk untuk memajukan sektor pertanian di era revolusi industri 4.0 ini. "Setiap tahunnya, Indonesia memiliki ribuan lulusan mahasiswa dari program pertanian atau teknologi pertanian yang berpotensi untuk melahirkan inovasi di bidang agripreneurship," ujar Bernadinus melalui keterangan tertulis, Sabtu (6/11/2021).

Yayasan Inobu meluncurkan program akselerasi petani muda bernama Youth Agripreneur Camp (YAC) untuk regenerasi petani muda di Indonesia. Program ini terbuka bagi mahasiswa Indonesia yang masih aktif berkuliah di program Diploma maupun Sarjana (D3/D4/S1). Serta kelompok pemuda/pemudi umum, serta petani muda dengan rentang usia 17 35 tahun yang tergabung ke dalam satu tim.

"Pada angkatan pertama ini, YAC mengangkat tema ‘Inovasi Hasil Pertanian’ dengan tujuan untuk mendorong anak muda menemukan inovasi yang mereka gemari terkait peningkatan nilai tambah komoditas pertanian untuk produk akhir di sektor hilir," jelas Bernadinus. "Setiap tim memiliki anggota tiga hingga lima orang dan wajib mengirimkan proposal singkat mengenai ide inovatif mereka untuk bisa mengikuti kompetisi ini. "Menghasilkan inovasi teknologi industri yang meningkatkan produktivitas dan profitabilitas petani, serta meningkatkan ekonomi kreatif," ujar Bernadinus.

Peserta yang terpilih akan mengikuti proses inkubasi yang berisi rangkaian kelas virtual dan pendampingan dari mentor profesional. Kemudian, lima tim dengan ide inovatif terbaik akan menerima total pendanaan sejumlah Rp 100 juta. Serta berkesempatan melakukan pitching kepada calon investor untuk membantu pengembangan produk mereka lebih jauh lagi.

Pendaftaran dibuka dari 3 November – 11 Desember 2021. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs YAC.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.