Erick Thohir Dianggap Jadi Figur Kunci di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang baru saja dirilis bertajuk Trust Terhadap Institusi Politik, Isu Isu Mutakhir dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu Serentak 2024, nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi tokoh yang cukup menjadi perhatian sebab dinilai berpotensi menjadi penentu kemenangan pada Pilpres 2024. Pasalnya hasil survei menunjukkan Erick Thohir memiliki popularitas dan elektabilitas yang terus meningkat, Erick juga mendominasi pilihan publik, baik di simulasi pilpres 3 pasangan, maupun 2 pasangan. Erick Thohir juga 'laku keras' sebagai kandidat potensial wakil presiden. Pada simulasi 3 pasangan, Erick Thohir unggul bila disandingkan baik dengan Ganjar Pranowo (32,2 persen), maupun Prabowo Subianto (31 persen).

Sementara untuk simulasi 2 pasangan, Erick Thohir kembali unggul bila disandingkan dengan Prabowo (47,5 persen), atau dengan Ganjar (41,8 persen), dan Anies (41,1 persen). Direktur Executive Partner Politik Indonesia AB Solissa mengatakan, mantan Presiden Inter Milan ini punya peluang besar di Pilpres 2024, jika merujuk pada beberapa hasil survei dari lembaga kredibel nama Erick Thohir selalu muncul. “Erick Thohir punya kans cukup besar untuk masuk dalam gelanggang kontestasi Pilpres 2024. Nama Erick juga kerap muncul di radar survei sebagai capres maupun cawapres potensial,” kata Solissa kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Dijelaskan Solissa, jika membaca simulasi survei Indikator Politik Indonesia, nama Menteri BUMN itu berada pada posisi kunci yang menentukan bagi konfigurasi pasangan calon. Artinya, kata Solissa, Erick dipasangkan dengan siapapun peluang menangkan Pilpres sangat besar. “Dengan siapapun Erick Thohir dipaketkan, Prabowo, Ganjar maupun Anies, tingkat elektabilitasnya relatively punya peluang menang,” ucapnya.

Dikatakan peneliti senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) itu, saat ini Erick Thohir merupakan satu satunya menteri yang memiliki peluang besar maju sebagai Cawapres di Pilpres 2024 karena kinerjanya selama menjabat Menteri BUMN Cukup baik, yang kemudian mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya di masyarakat. "Memang harus diakui, Erick Thohir merupakan satu satunya menteri yang berpeluang maju sebagai cawapres di pemilu 2024 dikarenakan tingkat popularitas dan elektabilitasnya cenderung naik,” ucapnya. “Hal ini juga disebabkan karena kinerja Erick Thohir juga cukup baik dalam membenahi Kementerian BUMN,” imbuhnya.

Faktor lain yang membuat Erick Thohir menguat, lanjut Solissa adalah kedekatan orang nomor satu di Kementerian BUMN itu dengan Presiden Joko Widodo, baik sebelum bergabung dalam pemerintahan hingga menjabat Menteri BUMN saat ini. “Faktor lainnya yang perlu dihitung soal kemungkinan peluang Erick Thohir masuk dalam bursa pencapresan 2024 adalah karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi,” ujarnya. Hal menarik lainnya, nama Erick Thohir kini bersaing dengan nama nama besar, baik dari partai politik maupun nonpartai, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, Airlangga Hartarto dan Puan Maharani, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Ridwan Kamil.

Sementara itu, pengamat politik dari UGM Arie Sujito menganggap Erick punya modal besar meraih kepercayaan dari masyarakat berkat reputasi dan rekam jejaknya yang baik. Menurut Arie, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu dapat diterima juga oleh berbagai kalangan karena tidak berbenturan dengan ikatan partai, sehingga dapat meningkatkan elektabilitas saat dipasangkan dengan siapa pun. "Salah satu keuntungan Erick Thohir itu bukan orang partai, ketika dia membangun reputasi melalui prestasi dan dibranding, dia tidak ada benturan dan hambatan secara struktural dalam ikatan partai," ucap Arie.

Arie mengatakan elektabilitas Erick berpotensi terus terkerek naik jika mampu mengkapitalisasi sejumlah isu. Mulai dari posisi dia sebagai orang nonpartai, posisi Menteri BUMN sebagai penggerak perekonomian, dan mampu membangkitkan roda perekonomian secara nasional. "Dari ketiga isu tersebut, Erick juga dianggap sebagai perwakilan tokoh muda, luar Jawa, dan aktif dalam kegiatan filantropi," ujarnya.

Selain itu, kata gaya komunikasi Erick relatif bisa diterima generasi muda dibandingkan calon yang lain dan masih ada waktu untuk menggenjot elektabilitas. "Dalam momentum seperti itu, Erick harus mampu menjaga tidak konflik dengan partai. Kalau dia buat langkah langkah yang kontraproduktif nanti akan mengalami resistensi oleh partai yang lain," ujarnya. "Dia masih punya waktu dua tahun, tinggal seberapa jauh dia bisa berpolitik di atas dan di bawah dalam arti di akar rumput," pungkas Arie.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.